• Rembulan di atas keningmu •
Setiap hari kau menjadi pagi,
Dan aku selalu terburu-buru untuk mengingatmu dengan baik.
Setiap hari kau menjadi siang,
Dan aku selalu menerka bagaimana kau menyeduh kopi hari ini.
Setiap hari kau menjadi sore,
Dan aku selalu terbiasa menatap matamu melalui rembulan yang baru muncul.
Setiap hari kau menjadi malam,
Dan aku selalu merapal namamu yang terbentuk dari pagiku yang bersahaja.
Setiap hari kau menjadi kantuk,
Dan aku selalu merasa bahwa langit kamarku adalah wujud rembulan yang pernah menjuntai di atas keningmu—sebab itu aku tertidur.
Halo Nazilia, salam kenal!
ReplyDeleteSaya Rosy dari LPM Ideas. Senang bisa membaca puisi di blog pribadimu. Saya tidak sabar bertemu saat diskusi malam nanti. Datang ya~